Archive for the ‘Pengumuman’ Category

Bersepeda, Menyusuri Kota Tua di Jakarta

Maret 6, 2007

Liputan6.com, Jakarta: Bosan berwisata ke luar kota? Bila Anda penduduk Jakarta, mungkin jalan bareng dengan suatu komunitas dapat menjadi pilihan. Tim Melancong Yuk bersama Komunitas Jelajah Budaya, belum lama ini menyusuri keindahan kawasan tua di Ibu Kota. Serunya, perjalanan wisata sejarah ini hanya mengandalkan sepeda. Asyik memang, terlebih bila sepeda model kuno atau Onthel yang dipakai.

Rute favorit adalah menuju kawasan Kota Tua. Kawasan ini seluas sekitar 139 hektare. Wilayah yang banyak terdapat bangunan tua bernilai historis ini sebagian terletak di Jakarta Barat, yakni seluas 88 hektare. Bagian lainnya ada di Jakarta Utara dengan luas kira-kira 51 hektare.

Kini, para pencinta bangunan bersejarah maupun wisatawan dimanjakan dengan adanya jalur pedestrian. Jalur khusus bagi pejalan kaki maupun pengayuh sepeda itu berada di sepanjang Jalan Pintu Besar Utara, Jakarta Barat.

Banyak memang pilihan bangunan atau peninggalan bersejarah era Kolonial Hindia Belanda atau penjajahan bangsa asing di Jakarta yang tentunya sayang bila dilewatkan. Satu di antaranya adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan kayu berwarna cokelat kemerahan ini dibangun pada tahun 1628. Keistimewaan jembatan tersebut adalah dilengkapi dengan semacam pengungkit untuk menaikkan sisi bawah jembatan bila ada kapal yang akan melewati jembatan menuju kota. Sayangnya, saat ini, jembatan itu tak bisa dinaik-turunkan lagi.

Dari Jembatan Kota Intan, para wisatawan dapat mengunjungi Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Jakarta Barat. Dahulu kala, gedung tersebut adalah gudang rempah-rempah milik Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) alias Kompeni. Tak tertinggal, tentunya, Museum Fatahillah di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Gedung tersebut dulu adalah Stadhuis atau Balai Kota, yang dibangun pada tahun 1707-1710.

Dan masih banyak lagi bangunan maupun tempat yang bisa dikunjungi atau tepatnya ditelusuri. Baik berjalan kaki maupun bersepeda. Bila tertarik, Anda dapat mencobanya, bersama keluarga, teman maupun komunitas.(ANS/Tim Melancong Yuk)

Sumber: Liputan6, 6 Maret 2007

Iklan

Pembongkaran Gedung Eks Sasana Suka Dihentikan

Maret 21, 2006

Pemilik Hanya Merenovasi

SEMARANG- Aktivitas pembongkaran atap gedung eks Sasana Suka di perempatan Jalan Gajahmada dan Jalan Pemuda, kemarin dihentikan oleh Satpol PP Kota Semarang. Aparat memasang pita kuning Satpol PP linedi sekeliling dinding gedung kuno tersebut. Sebelumnya, semua pekerja diminta memberesi perkakas dan keluar dari gedung itu.

Namun pada kesempatan terpisah, Lie A Yen selaku pemilik gedung menegaskan bahwa pihaknya tidak membongkar gedung kuno itu. Sebaliknya, Lie mengaku ingin merenovasi bangunan di tepi jalan yang sudah belasan tahun mangkrak. Menurutnya, atap lama bangunan itu akan diturunkan dan diganti atap baru. Selanjutnya, bangunan dua lantai tersebut akan disulap menjadi tiga lantai.

Lie belum merencanakan peruntukan gedung setelah direnovasi. Tetapi kemungkinan besar akan disewakan atau dijual.

”Bagian atap yang diturunkan karena sudah lama bocor. Adapun bentuk asli bangunan tetap dipertahankan. Interior akan dirombak dengan menambahkan lift dan pendingin ruangan,” terang Lie seusai menghadap Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Ir Bambang Haryono, Senin (20/3).

Dia mengungkapkan, langkah renovasi ditempuh karena sudah beberapa kali ditegur warga, camat, dan petugas DTKP. Gedung kuno miliknya sudah lama dijadikan sarang burung walet sehingga menebarkan bau tak sedap. Atap gedung itu, juga sudah lama bocor.

”Kalau tidak diperbaiki, saya khawatir rusaknya makin parah. Waktu saya minta izin renovasi ke DTKP, disarankan tidak mengubah bentuk asli, dan tidak boleh mengganggu lingkungan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Satpol PP Sumardjo mengatakan, pihaknya menerima tembusan Surat Pemberitahuan Penghentian Pelaksanaan Pembangunan (SP4) dari DTKP Kota Semarang. Surat bernomor 640/761 itu memerintahkan agar pembongkaran dihentikan lantaran melanggar Perda No 12 tahun 2000 tentang Bangunan dan Perda No 17 tahun 1996 tentang Retribusi Perizinan.

”Tempat itu untuk sementara waktu ditutup dan segala kegiatan di dalamnya dihentikan karena melanggar Perda. Selama penghentian, gedung itu dalam pengawasan Satpol PP,” kata dia.

Harus Izin

Pada kesempatan terpisah, Kepala DTKP Kota Ir Bambang Haryono membenarkan bahwa pihaknya menerbitkan SP4. Menurut dia, sebelum memerintahkan penghentian kegiatan, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan pertama.

Diakuinya, Gedung Eks Sasana Suka belum masuk dalam daftar 101 bangunan kuno yang dilindungi oleh SK Wali Kota No 646/50/1990. Kendati demikian, sesuai Perda No 12 tahun 2000, semua kegiatan pembangunan mestinya didahului izin. Apalagi, gedung itu dibangun dengan gaya arsitektur art deco sehingga mengundang perhatian khalayak.

”Sampai sekarang belum ada pengajuan izin. Meski sudah ada iktikad baik, pemilik tetap harus mengajukan izin. Dokumen itu akan memberi gambaran rencana renovasi,” kata dia.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, mestinya pemerintah memberikan perhatian pada bangunan kuno, terlepas sudah masuk dalam perda atau belum.

Pada saat yang sama, dia berharap, pemerintah juga tidak hanya melakukan pelarangan atau pengaturan gedung kuno, tanpa diikuti dengan solusi. Sebab, perawatan sebuah bangunan kuno memerlukan biaya yang cukup besar.

”Kalau hanya diatur atau dilarang, siapa nanti yang mau merawat bangunan kuno? Mestinya, ada semacam privilige bagi pemilik untuk mengakses perizinan, atau kalau memungkinkan, ada kompensasi yang memadai untuk mereka,” kata anggota Dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu. (H5,H6,H9-62)

Sumber: Suara Merdeka, 21 Maret 2006

Revitalisasi : Arti Baru Bagi Masa Lalu

Februari 23, 2006

Kami dari Arsitektur Gunadarma akan mengadakan Seminar Arsitektur dengan tema ‘Revitalisasi : Arti Baru Bagi Masa Lalu’.

Seminar akan diselenggarakan pada :
Hari / Tanggal : Sabtu, 25 Februari 2006
Jam : 09.00 – 17.00 WIB
Tempat : Auditorium Universitas Gunadarma,
Kampus D Gedung IV Lantai 6,
Jl. Margonda Raya No. 100
Pondokcina Depok.

Susunan acara pada seminar ini melibatkan pembicara sebagai berikut :

1. Ir. Joko Murjanto, M.Sc. dari Direktorat Bina Program-Departemen PU yang akan membahas tentang Kebijakan Revitalisasi untuk bangunan dan kawasan.
2. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP, M.Sc. Ph.D dari Arsitektur Universitas Gadjah Mada yang akan membahas tentang Pendekatan Teori dan Konsep revitalisasi.
3. Ir. Ridwan Kamil MUD dari PSUD – ITB yang akan membahas beberapa proyek Revitalisasi di Negara Lain, khususnya Amerika dan Asia.
4. Ir. Edy Darmawan, M.Eng dari Arsitektur UNDIP yang akan membahas studi kasus revitalisasi di Eropa
5. Dr. Ir. Danang Priatmodjo, M.Arch dari IAI yang akan mengulas tuntas Proyek Revitalisasi Kota Tua Jakarta dan sekitarnya ( termasuk Menteng dan Kebayoran Baru ).
6. Ir. Arief Rahman, MT yang akan menampilkan wajah Revitalisasi Kota Bandung.

Untuk Informasi lebih lanjut dapat hubungi di email ini :
veronika@staff.gunadarma.ac.id atau menghubungi
Dewi : 0813 82323 941 atau Juita : 0815 889 8705

Biaya Seminar :
mahasiswa : Rp. 50.000,-
Dosen / instansi : Rp. 75.000,-
Umum : Rp. 100.000,-
(Bisa dibayar ditempat pada saat seminar)

Dilengkapi dengan seminar kit, makalah, sertifikat dan doorprize dari sponsor.

Bangunan Tua Merana

November 19, 2005

Padang, Kompas – Berbagai bangunan tua di Kota Padang, Sumatera Barat, saat ini tampak merana tanpa upaya mengoptimalkan fungsinya sebagai bangunan tua yang bernilai historis. Bangunan-bangunan tua berusia ratusan tahun itu tersebar di kawasan Kota Tua Padang.

Pengamatan Kompas, Rabu (16/11), puluhan bangunan tua di Kota Padang itu sebagian masih dibiarkan seperti aslinya, misalnya pertokoan di kawasan Kota Tua Padang di Pasar Mudik, Palinggam, dan sekitar Muaro Padang. Deretan pertokoan dengan konstruksi asli berusia ratusan tahun itu berdiri kokoh di tengah bangunan-bangunan modern.

Meski bangunan kuno itu masih berdiri kokoh, wajah asli pertokoan tampak makin kusam karena sama sekali tak ada pemeliharaan. Pertokoan tua di Pasar Mudik dan Palinggam misalnya, dibiarkan apa adanya tanpa perawatan.

Tidak dioptimalkannya fungsi bangunan tua di Padang, dikhawatirkan menghilangkan nilai-nilai historis bangunan tua itu sebagai salah satu warisan sejarah masa lalu Sumatera Barat.

Apalagi, bangunan tua di Kota Padang ini sebagian besar kini berfungsi sebagai gudang rempah-rempah, gudang cokelat, tempat penyimpanan gambir dan juga pertokoan. Keaslian bangunan tua di Padang terusik oleh adanya beberapa bangunan tambahan. (ZUL/NAL/AIK/BIL)

Sumber: Kompas, Sabtu, 19 November 2005

“Festival Kesenian Kota Tua dan Pecinan” Tebar Semangat Pelestarian Bangunan Tua

Agustus 27, 2005

Berbagai wacana tentang pelestarian bangunan tua di kawasan Jakarta Kota terus bermunculan. Salah satunya adalah melalui revitalisasi kota tua sehingga bangunan tua dapat dimanfaatkan tanpa menghilangkan nilai sejarah dan wujud aslinya.

Beberapa cara untuk mendukung revitalisasi tersebut antara lain adalah melalui peningkatan frekuensi kegiatan yang memiliki kaitan dengan kota tua, misalnya lewat festival budaya.

“Salah satu cara menuju revitalisasi adalah menyelenggarakan festival budaya, dengan harapan dapat mendorong kepedulian dan perhatian masyarakat terhadap keberadaan kota tua,” kata Wali Kota Jakarta Barat Fajar A Pandjaitan ketika menghadiri Festival Kesenian Kota Tua dan Pecinan di pelataran Museum Fatahilah, Sabtu (27/8).

Lanjutnya, jika menjadi kegiataan tetap bidang pariwisata, festival itu dapat mendukung revitalisasi kota tua, sehingga bangunan tua yang memiliki nilai sejarah bisa dipertahankan.

Festival Kesenian Kota Tua dan Pecinan berlangsung sehari saja, dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Serupa dengan yang tahun lalu, festival tersebut tahun ini dibuka dengan pawai budaya yang melibatkan 19 kelompok kesenian yang setiapnya menampilkan atraksi.

Pawai itu dilepas oleh Wali Kota Jakarta Barat pada pukul 09.30 WIB di depan Museum Keramik, Jl Pos, Jakarta Barat.

“Dengan pawai ini diharapkan masyarakat semakin tertarik dan mau melestarikan keberadaan Kota Tua ini,” ujar Fajar sebelum melepas para peserta pawai.

Selain oleh marawis dari Kecamatan Taman Sari, kasidah dari Kecamatan Tambora, dan tanjidor dari kelompok seni Mayangsari, pawai juga diramaikan dengan penampilan Marching Band Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).

Pawai tersebut mengambil rute Jl Pos, Jl Jembatan Batu memutari taman di depan Stasiun Beos, Jl Pintu Besar Selatan melintasi Glodok, Jl Hayam Wuruk berputar di depan pompa bensin Hayam Wuruk, Jl Pintu Besar Utara, dan kembali ke depan Museum Fatahilah.

Tak hanya pawai itu, ada pula sekitar 40 kios didirikan di pelataran Museum Fatahilah. Di kios-kios tersebut dipamerkan barang kerajinan dari para pengurus PKK di beberapa kecamatan yang termasuk dalam wilayah Jakarta Barat, cinderamata dan obat-obatan Cina serta ditampilkan ahli feng shui dan kartunis.

Dalam acara tersebut hadir juga beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan Jakarta Barat, antara lain Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Aurora Tambunan dan Kepala Suku Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Wilayah Jakarta Barat drs Baharuddin Z.

Sumber: Ant
Penulis: Ati

Sumber: Kompas, Sabtu, 27 Agustus 2005.

ZIARAH ARCHITECTOUR CIREBON DAN SEKITARNYA

April 16, 2005

IAI DKI Jakarta merencanakan

ZIARAH ARCHITECTOUR CIREBON DAN SEKITARNYA

pada Kamis 5 Mei – Sabtu 7 Mei 2005 dengan tujuan:

Linggarjati, Cibulan, Cigugur (situs purbakala, kampung masyarakat Madrais, gereja), Masjid Agung (abad ke-15, masjid tertua di Jawa Barat), Bank Indonesia, Pabrik BAT (Fermont-Cuypers), Pabrik Gula Sindang Laoet,
bangunan-bangunan kolonial lain di kota Cirebon, Keraton Kasepuhan (1529), Keraton Kanoman (1510), Keraton Kacirebonan (1800), Kampung pengrajin batik Trusmi, Balagi Rattan, toko oleh-oleh Shinta, dan lain-lain.

Hotel:
Tirta Sanita Spa Resort, Kuningan
Bentani, Cirebon

Biaya:
Anggota IAI: Rp 700.000
Anggota keluarga IAI/ mitra Rp 800.000

Pendaftaran dan pembayaran:
selambat-lambatnya tanggal 28 April 2005 di Sekretariat IAI
JDC, Lantai 7, Jl. Gatot Subroto, no.53, Jakarta 10260,

atau melalui:
tel: 530 4719
fax.: 530 4711
sms: 0851 424 3711
email: diskusi_iai@telkom.net

Keterangan lebih lanjut: Nuri, Rika di tel 530 4719.

Tempat terbatas.

No. rekening:
Bank Mandiri, Cabang JDC, Rek. No. 117-0006925 a/n IAI DKI Jakarta
BCA, Cabang Batavia Rek.no. 546-0301531 a/n Bambang Eryudhawan dan Ani I. Gunawan

Bukti slip transfer di-faks ke no. 530 4711

Nilai Kumulatif untuk anggota IAI: 10,5*
* akan dikonfirmasikan

Telah diluncurkan buku “The Ministry of Finance Building-The White House of Weltevreden”

April 15, 2005

Telah diluncurkan buku “The Ministry of Finance Building-The White House of Weltevreden”.

Berisi tentang sejarah dan arsitektur bangunan bersejarah Gedung Departemen Keuangan (ex Daendels Palace), Jl.Lapangan Banteng Timur no.2-4, Jakarta Pusat, serta mengenai kawasan bersejarah Weltevreden (sekarang Lapangan Banteng). Di dalamnya terdapat kumpulan foto-foto kuno serta dokumen gambar-gambar teknis (bestek) tua dari koleksi dokumen Arsip Nasional RI. Selain itu juga menceritakan tentang proses kegiatan dokumentasi bangunan ini oleh tim Pusat Dokumentasi Arsitektur, yang dilakukan pada Oktober 2004-April 2005. Semua teks/narasi dalam bahasa Inggris.

Editor buku: Dr. Ir. Danang Priatmodjo, Penulis: Ir. Nadia Purwestri, Ir. Devina S.Raditya Msc. Up., Ir. Febriyanti S. & Ir. Mireille van Reenen. Translator: Chandra Mualim, Fotografer: Charles.

Ukuran buku 19x22cm cover berwarna 230gr laminating doft, 64 halaman berwarna kertas art paper.
Harga: Rp. 70.000,- (umum) dan Rp. 50.000,- (mahasiswa), harga tidak termasuk ongkos kirim untuk dalam dan luar kota.

Selain itu juga dijual 1 set postcard ukuran 10x15cm, 6 lembar, kertas cover 230gr laminating doft, hitam putih. Harga Rp.10.000,- (tidak termasuk ongkos kirim).

Pemesanan dapat dilakukan ke: Pusat Dokumentasi Arsitekur, jl. Ridwan II/21 Patal Senayan, Jakarta 12210, Tel/fax (021) 57992602 atau e-mail ke: pdai_2005@cbn.net.id dengan sdri. Esti pada jam kerja.

Bangunan Cagar Budaya Dibongkar untuk Mal

April 10, 2005

TEMPO Interaktif, Jakarta: Balai Peninggalan Purbakala Serang memastikan dibongkarnya benda cagar budaya berupa Markas Kodim 0506 Serang. Lembaga itu melaporkannya kepada Asdep Urusan Purbakala dan Permuseuman di Jakarta.

“Kami harus menyelamatkan benda cagar budaya itu. Paling tidak, sesuai dengan rekomendasi kami, bagian depan seluas 110 meter persegi gedung tersebut tidak boleh dibongkar,” kata Zakaria Kasmin, pejabat di BPPS Serang, Minggu (10/4).

Pembongkaran gedung itu dipastikan setelah Pemerintah Kabupaten Serang mengeluarkan surat izin mendirikan bangunan untuk PT Mandiri Maju Sejahtera. Perusahaan itu akan membangun mal di lokasi bangunan tersebut. IMB bernomor 644/SK.668/SIMB/DTRB tertanggal 31 Maret 2005 itu dikeluarkan oleh Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Serang, Muis Anwar.

Menurut Zakaria, PT MMS dipastikan tidak akan mematuhi rekomendasi dari BPPS yang meminta bagian depan seluas 110 meter persegi di Markas Kodim dilestarikan. Soalnya, dalam rencana pembangunan yang sudah disetujui Dinas Tata Ruang dan Bangunan Serang, semua bangunan itu diratakan.

Sementara itu, Kepala DTRB Serang, Muis Anwar yang dihubungi melalui telepon tidak mau berkomentar soal IMB yang diterbitkannya. “Maaf saya sedang sakit, jangan ganggu saya,” katanya.

Menurut Zakaria, markas Kodim 0602 merupakan sebagian dari arsitektur kota lama dan salah satu bangunan bersejarah lainnya yang mengelilingi alun- alun Serang. Catatan dari BBPS Serang menyebutkan, gedung itu dibangun pada 1800, ketika Banten dijajah Belanda.

Saat itu, Belanda memindahkan pusat pemerintahan dari Banten (sekarang menjadi nama desa) ke Kota Serang. Bangunan itu merupakan bagian dari konsep kota dengan titik pusat kota berupa alun-alun. Gedung itu digunakan oleh para pejabat Belanda. Dalam perjalanan waktu, gedung itu beralih fungsi menjadi Hotel Voos.

Pergerakan perjuangan kemerdekaan menyebabkan pemilik dan fungsi bangunan berubah-ubah. Akhirnya BKR (Badan Keamanan Rakyat) RI menggunakan gedung itu untuk markas perjuangan. Setelah Indonesia meredeka, gedung itu tetap digunakan TNI untuk Markas Kodim 0506 Serang. Faidil Akbar

Sumber: Tempo Interaktif Minggu, 10 April 2005

UNDANGAN NGERUMPI PELESTARIAN

April 6, 2005

Dalam rangka melanjutkan diskusi bulanan BPPI mengenai pelestarian, kami mengundang anda untuk hadir dan berdiskusi interaktif secara langsung antar peserta & pembicara pada acara diskusi pelestarian mengenai ” Persiapan Anugerah Kebudayaan”, dengan pembicara Bp. Dr. Ark. Djauhari Sumintaradja. Dipl.Bldg.Sc dari Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA),Jakarta dan “Beberapa Masalah Pelestarian di Indonesia” oleh Corr Passchier dari PAC Netherland.

Acara ini akan diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 13 April 2005
Waktu : Pukul 16.00 – 18.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat Asisten Deputi Kepurbakalaan & Permuseuman Lt.11
Blok E Komp. Diknas (sebelah Ratu Plaza)
Jl. Jend. Sudirman, Jakarta

Peserta diskusi terdiri dari instansi pemerintah, institusi kampus, mahasiswa, para peminat pelestari dan siapa saja yang peduli terhadap pelestarian di Indonesia.

Mengingat tempat yang terbatas,kami mohon kepada anda yang berminat hadir agar segera melakukan konfirmasi ulang kepada sdri Woro Hapsari di 0815-9811524 atau melalui email woro_hapsari2000@yahoo.com. Acara ini tidak dipungut biaya (free charge!)

Best Regards,

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia

Het Paleis van Gouvernuur Generaal

April 5, 2005

Rp.150.000/persoon soeda dapetin bangkoe autobus ac, makan siang, makanan ketjil, kaartjis masoep kebon besar, assurantie. maaf hanya ada (sedikit) bangku kosong yang tersisa (dari 200)

Istana Cipanas dan Istana Bogor + Kebun Raya Bogor
SELASA 3 MEI 2005 djam poekoel 07.30 pagi hari

07.30 : Kumpul di Parkir Timur Senayan
08.00 : Berangkat dari Jakarta (Senayan)
10.00 : Sampai Istana Cipanas en koeliling
12.00 : Cabut ke Buitenzorg (Bogor)
13.00 : Makan Siang di Kota Bogor
14.00 : Masuk Istana Bogor en koeliling
16.00 : (Kebon Besar) Kebun Raya Bogor
17.00 : Belanja Oleh-Oleh Bogor
17.30 : Pulang ke Jakarta
18.30 : Sampai Jakarta

silahkan transfer ke rekening Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan via email atawa sms ke 0818 94 96 82 atau fax (021) 7696273 setelah transfer berhasil dilakukan. [transfer sesuai no.urut, misal no.88 = Meity meity@bakrie.co.id = Rp.150.088]

toeloeng dikirim paling laat hari djoemahat tanggal 8 April djam poekoel 2 siang.

——————————————————————————–

Ketentuan Dalam Ijin Kunjungan Yang Wajib Dipatuhi Pengunjung:

1. Berpakaian sopan dan rapih
Pria : kemeja, celana panjang lengkap (bukan jeans) dilengkapi dengan ikat pinggang dan bersepatu.
Wanita : gaun/rok (bukan jeans) paling pendek sebatas bawah lutut, blus berlengan, setelan celana panjang atau busana muslim bersepatu.

2. Pengunjung di luar daftar nama yang sudah diajukan, tidak diperkenankan masuk

3. Tidak diperkenankan:
a. membawa senjata api, senjata tajam, obat-obatan terlarang.
b. membawa tas dan atau pembungkus lain.
c. membawa makanan dan minuman selama berkunjung di dalam istana.
d. makan di areal istana.
e. membawa anak-anak di bawah usia 10 tahun.
f. membawa/menggunakan kamera video atau telepon genggam dengan fasilitas kamera.
g. menyentuh/memegang benda-benda koleksi atau lukisan-lukisan.
h. membawa binatang peliharaan.

4. Dalam setiap rombongan hanya satu juru foto yang diperkenankan membawa kamera dan berfoto di tempat yang telah ditentukan.

5. Mengikuti petunjuk-petunjuk petugas.

6. Tidak dipungut biaya apapun.

7. Surat ijin dapat dibatalkan sewaktu-waktu apabila ada acara Presiden/Wakil Presiden di lingkungan Istana Presiden yang bersangkutan.