Kota Tua Bakal Jadi Muda Kembali

Menteri Negara BUMN akhirnya mengizinkan penggunaan gedung-gedung milik BUMN untuk menghidupkan kembali Kota Tua Jakarta

Oleh: Abdul Wahid Fauzie

JAKARTA. Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merevitalisasi Kota Tua agaknya bisa segera terwujud. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah mengizinkan penggunaan bangunan tua milik BUMN untuk menghidupkan kembali Kota Tua.

Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah pusat mendukung kebijakan Pemprov DKI untuk menyelamatkan Kota Tua. Makanya, agar rencana itu bisa terwujud, Sofyan memberi izin kepada Pemprov DKI untuk memakai bangunan milik negara sebagai bagian dari upaya revitalisasi Kota Tua. “Sebagian besar gedung di Kota Tua memang milik BUMN,” katanya, Selasa (26/2).

Menurutnya, banyak gedung-gedung milik BUMN yang sudah tidak terurus lantaran perusahaannya kesulitan keuangan. Nantinya, Kementerian BUMN dan Pemprov DKI akan merenovasi dan memperbaiki gedung-gedung tersebut, sehingga bisa dimanfaatkan lagi.

Investornya sudah ada

Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta, Aurora Tambunan gembira dengan dukungan pemerintah pusat. Soalnya, boleh tidaknya menggunakan gedung milik BUMN selama ini menjadi ganjalan upaya menghidupkan kembali Kota Tua. “Sekarang, pemiliknya sudah membolehkan,” katanya, usai pertemuan dengan Menneg BUMN dan Gubernur DKI Jakarta. Gedung milik Pemprov DKI yang berada di Kota Tua tidaklah sebanyak gedung milik BUMN. Misalnya, Museum Sejarah, Museum Wayang, Museum Keramik, dan Museum Bahari.

Berikutnya, Pemprov DKI akan bekerjasama dengan Kementerian BUMN untuk menginventarisasi gedung-gedung BUMN mana saja yang sudah layak dan gedung mana yang memerlukan perbaikan terlebih dahulu. “Nanti kami akan membentuk tim,” ujar Aurora.

Berdasarkan inventarisasi sementara Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI, tercatat sudah ada 12 gedung milik BUMN di Kota Tua yang bisa menjadi ikon baru di sana. Misalnya, gedung Kertaniaga dan gedung Ciptaniaga. “Kami berharap kawasan itu nantinya menjadi kawasan perkantoran,” katanya. Untuk tahap awal, revitalisasi ini akan mencakup perbaikan taman, sistem lalu lintas, pembuatan jembatan penyeberangan orang hingga penertiban pedagang kaki lima.

Pemprov DKI berharap, setelah revitalisasi, bangunan-bangunan tua tersebut justru bisa nilai ekonomi yang lebih tinggi dan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi di Jakarta. Ia menyadari semua itu tidak akan tercapai tanpa dukungan para investor.

Makanya, Pemprov DKI akan mencari calon investor yang tertarik menggunakan Kota Tua sebagai pusat bisnis. Aurora optimistis program ini berhasil. Hingga kini sudah banyak pengusaha yang menyatakan berminat untuk membuka usaha di sana. “Namun, mereka tidak tahu harus menghubungi siapa,” ujarnya.

Sebagai salah satu langkah awal untuk menghidupkan Kota Tua, pada 20 Februari lalu Pemprov DKI sudah meresmikan pencahayaan di 2.041 titik Kota Tua. Di antaranya, Museum Wayang, Museum Keramik dan halaman Stasiun Beos.

Sumber: Kontan, 27 Februari 2008


%d blogger menyukai ini: