Tujuh Museum Bersinergi Luncurkan Program Wisata

PADA 2008 ini bisa menjadi awal masa kebangkitan museum-museum di Indonesia. Sebab, melalui prakarsa House of Sampoerna, sebanyak tujuh museum dalam negeri bergabung dan meluncurkan program wisata museum. General Manager Hosue of Sampoerna Ina Silas menyatakan,saat ini tercatat ada 275 museum di seluruh Indonesia, tetapi tidak semua eksis dan ramai dikunjungi wisatawan. ’’Bahkan, jumlah sebelumnya yang terdata itu sebanyak 286.mBisa jadi angkanya lebih dari itu, tapi kini tinggal 275. Untuk itulah,kami ingin membuat jejaring ini,’’ ujar Ina saat jumpa pers di Museum Nasional,Jakarta,kemarin. Ketujuh museum itu adalah House of Sampoerna (Surabaya), Museum Nasional (Jakarta), Museum Bank Mandiri (Jakarta),Museum Batik Danar Hadi (Surakarta), Museum Geologi (Bandung), Museum Sejarah Jakarta( Jakarta), dan Museum Sepuluh November (Surabaya).

Ina menjelaskan, implementasi dari program jejaring ini melalui program pameran bersama di beberapa daerah di Indonesia. ’’Misalnya Museum Geologi Bandung dapat berpameran di Surabaya. Dengan demikian,orang Surabaya yang tidak bisa pergi ke Bandung tetap dapat melihat seperti apa museum geologi ini,’’ ujarnya. Jejaring promosi pun dilakukan. Menurut Ina,mulai kerja sama dengan agen wisata, travel, hotel, hingga asosiasi terkait merupakan cara untuk lebih membudayakan berkunjung ke museum. Sebab, meskipun beberapa museum ramai dikunjungi mayoritas kelompok pelajar dan mahasiswa,ini demi memenuhi tugas sekolah atau kuliah. Presentasi pengunjung kelompok pelajar untuk museum di Indonesia rata-rata 80– 85%. Sementara itu, pengunjung wisatawan hanya kurang dari 15%.

’’Kami yang akan membantu promosi brosurnya. Sebanyak mungkin brosur yang kami cetak tidak ditargetkan. Namun, tetap kami beri target tahunnya.Akan kami evaluasi pada 2008 ini bagaimana hasilnya,’’ ungkapnya. Meski demikian,alasan Ina mengajak ketujuh museum tersebut lantaran dianggap sebagai museum yang paling siap untuk diajak promosi. Selain ketujuh museum itu,masih banyak museum di Indonesia yang kondisinya menyedihkan dan sepi pengunjung.Dengan berbagai upaya sinergi dan promosi guna melakukan proses penyadaran publik tentang pentingnya museum, Ina optimistis museum menjadi salah satu tempat tujuan wisata favorit. ’’Apalagi, jika setiap museum mau berbenah dan berinovasi agar tidak membosankan. Sebab, memang bukan zamannya lagi museum hanya untuk orang tua, yang tempatnya gelap,sepi,dan terlihat angker,’’ ujarnya. (abdul malik)

Sumber: Sindo, 22 Februari 2008


%d blogger menyukai ini: