Bandung Lestarikan 637 Bangunan Cagar Budaya

BANDUNG, SELASA – Sebanyak 637 bangunan tua di Kota Bandung dipertahankan keberadaanya sebagai cagar budaya yang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Kembang. “Ke depan tidak akan ada lagi pembongkaran atau perubahan fungsi bangunan cagar budaya di Kota Bandung sehingga keaslian Bandung tempo dulu masih bisa dinikmati,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung, HM Askari di Bandung, Selasa (5/12).

Dari sejumlah bangunan tua itu, sebanyak 140 bangunan diantaranya termasuk bangunan yang paling wajib dilestarikan. Pemkot Bandung, lanjut Askari, saat ini tengah mempersiapkan Perda khusus untuk perlindungan bangunan-bangunan tua yang bersejarah di kota itu agar tidak terusik oleh proyek pembongkaran dan perubahan fungsi bangunan. “Kota Bandung akan menjadi kota ketiga di Indonesia yang punya Perda untuk bangunan tua dan bersejarah,” kata Askari.

Dua kota lainnya yang sudah memiliki Perda tentang bangunan bersejarah adalah DKI Jakarta dan Surabaya. Ia menyebutkan, kriteria bangunan cagar budaya itu salah satunya adalah peninggalan Belanda atau bangunan-bangunan yang punya nilai sejarah. “Banyak bangunan-bangunan yang punya sejarah atau pernah didiami oleh pelaku sejarah tempo dulu. Sebagian menjadi milik perorangan meski sebagian milik pemerintah,” kata Askari.

Pelestarian bangunan tua dan bersejarah di Kota Bandung saat ini ditangani oleh Bandung Harritage yang saat ini cukup aktif melakukan sosialisasi dan langkah-langkah untuk mempertahankan bangunan Bandung tempo dulu.

Beberapa kompleks bangunan Bandung Tempo dulu antara lain di bangunan Art Deco di sepanjang Jalan Braga, Museum Mandala Wangsit, Museum Geologi, Gedung Sate, Balaikota Bandung, Pendopo Kota Bandung, dan Gedung Merdeka. “Kesadaran masyarakat yang memiliki atau menguasai bangunan tua itu semakin baik dan cukup mendukung program pemerintah,” katanya.

Sementara ketika ditanya pengaruhnya terhadap kunjungan wisata mancanegara, menurut Askari pengaruhnya cukup besar terutama bagi wisatawan asal Belanda yang cukup banyak datang ke Bandung untuk melihat bangunan-bangunan yang dibuat oleh leluhurnya.

Sumber: Antara
Penulis: Ima

Sumber: Kompas, 29 Juni 2007


%d blogger menyukai ini: