Cagar Budaya – Stasiun Beos Direvitalisasi

Jakarta, kompas – PT Kereta Api akan merevitalisasi dan menata Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Beos sehingga menjadi stasiun kebanggaan warga Jakarta. Dalam penataan itu, wajah Stasiun Beos akan dikembalikan seperti pada masa lalu, tetapi dengan beragam fasilitas baru.

Untuk mewujudkan Stasiun Beos sebagai salah satu tempat bersejarah yang juga ada di Kawasan Kota Tua Jakarta, PT Kereta Api telah memulai pemugaran dan pembongkaran kios-kios yang ada. Untuk itu, kontrak dengan sekitar 30 pemilik kios di stasiun ini tidak akan diperpanjang lagi.

Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional I dan Divisi Jabotabek Achmad Sujadi, Kamis (31/8), mengatakan, kondisi Stasiun Beos yang dibangun pada masa Belanda ini sering dikeluhkan karena semrawut, jorok, dan tidak terawat. Padahal, stasiun ini merupakan salah satu cagar budaya.

“Diusahakan awal tahun 2007 penataan Stasiun Beos sudah selesai. Di lantai bawahnya nanti akan dibuat lowong seperti zaman Belanda dulu,” kata Achmad Sujadi.

Selain untuk menambah kenyamanan pengguna kereta api, upaya ini juga sebagai bagian dari mendukung program Revitalisasi Kota Tua Jakarta. Setiap bulan ada sekitar 4.000 wisatawan yang datang ke sini.

Menurut Achmad Sujadi, untuk perkantoran ada di bagian depan. Lokasi ini akan dilengkapi perpustakaan dan museum mini mengenai kereta api.

Di sekitar stasiun juga akan dibuat taman, serta areal parkir dipindah ke belakang. Selain itu, lokomotif Bonbon yang memiliki nilai sejarah tinggi yang sekarang berada di Stasiun KA Manggarai akan dipindahkan ke Stasiun Beos. (ELN)

Sumber: Kompas, 1 September 2006


%d blogger menyukai ini: