Revitalisasi Kota Tua Diresmikan Desember

Oleh: Andreas Piatu

Jakarta – Revitalisasi Kota Tua seluas 800 hektare akan diresmikan Desember 2006. Saat ini setiap unit yang terlibat dalam penataan kembali Kota Tua mulai melaksanakan pekerjaan masing-masing.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Aurora Tambunan, menegaskan hal ini kepada SH, Jumat (25/8), seusai pemaparan penataan Kota Tua kepada Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Menurut Aurora, pihaknya hanya sebagai perencana penataan Kota Tua, sedangkan pelaksanaannya dilakukan unit-unit terkait. Saat ini, unit-unit mulai melaksanakan pekerjaan dan Desember 2006 akan diresmikan walaupun baru tahap pertama selesai.

Pada saat itu, mulai dari Pintu Besar Utara sampai Cafe Batavia sudah selesai dikerjakan. Di kawasan ini, lanjut Lola, tidak ada lagi kabel listrik bergelantungan. Semua kabel di jalur ini berada dalam tanah. Lola menambahkan, bila revitalisasi sudah selesai, tidak ada lagi kendaraan umum beroperasi di kawasan itu. Orang yang turun dari busway bila masuk ke kawasan Kota Tua akan disediakan angkutan khusus.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Nurachman kepada SH mengatakan, akan disediakan bus feeder untuk masuk areal Kota Tua. Selain itu, bagi kendaraan pribadi boleh masuk hanya akan diatur sehingga Kota Tua tetap nyaman bagi masyarakat pengunjung.

Kepala Dinas Penerangan Jalan Umum (PJU) DKI Jakarta, Pinontang Simanjuntak secara terpisah kepada SH mengatakan, dalam tahun 2006, pihaknya akan menyelesaikan pencahayaan di Gedung Fatahillah dengan anggaran yang tersedia Rp 2 miliar. Tahun 2007, lanjut Pinontang, akan dilanjutkan dengan pencahayaan di Gedung Museum Bahari, Museum Keramik, serta lampu-lampu pedestrian, antara lain sepanjang Pancoran Glodok dan Jembatan Kota Intan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta, Wishnu Soebagio mengemukakan, pekerjaan DPU sudah dimulai, baik menyangkut jalan di kawasan Kota Tua maupun trotoar dan drainase dengan dana Rp 14,7 miliar. Kepala Dinas Pertamanan DKI Jakarta, Sarwo Handayani mengatakan, dengan anggaran Rp 800 juta, pihaknya akan menata pertamanan di areal Kota Tua.

“Tugas kami menata taman agar sejuk dan nyaman bagi pengunjung. Karena urusan taman biasanya menyusul belakangan setelah proyek fisik lainnya selesai,” ujar Sarwo Handayani.
Revitalisasi Kota Tua merupakan upaya meningkatkan wisata budaya sekaligus melestarikan wisata budaya yang memiliki manfaat ekonomi yang tinggi.

Sumber: Sinar Harapan, 26 Agustus 2006

Iklan

%d blogger menyukai ini: