Jalur Pedestrian Kota Dibangun Juli

Pembangunan jalur pedesterian (pejalan kaki) di sekitar Taman Fatahillah di depan Museum Sejarah, Jakarta Barat, akan mulai dilaksanakan Juli.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta, Aurora Frida Tambunan menyatakan walaupun perencanaan sudah mulai dilakukan sejak Desember 2005 namun karena anggaran APBD 2006 baru dapat dicairkan baru-baru ini maka pengerjaan program itu baru dapat dilaksanakan pada Juli, termasuk penyelenggaraan lelang pekerjaan. “Anggaran terbesar ada di Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Mulai Juli 2006 ini baru kita akan mulai karena memang menunggu APBD cair. Dalam pengerjaan pedesterian itu juga melibatkan Dinas Penerangan Jalan Umum (PJU),” kata Aurora dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Jalur pedesterian akan pelewati sepanjang Museum Wayang, belakang Cafe Batavia dan depan Museum Keramik. Konsep dari Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI adalah pembuatan tempat bagi pedesterian secara penuh sehingga kendaraan tidak lagi diperbolehkan melewati seputar Taman Fatahillah. Namun setelah adanya masukan dari berbagai pihak maka pada tahap awal konsepnya menjadi semi pedesterian.

Dengan demikian kendaraan masih dapat tetap melewati lingkungan itu namun dengan kecematan maksimal 12 hingga 15 kilometer per jam. “Kami menargetkan program itu dapat selesai pada 2006. Pembuatan pedesterian merupakan tahapan pertama dari tiga tahap revitalisasi Kota Tua,” kata Aurora.

Ia menjelaskan, tahap kedua adalah pembenahan kawasan Kali Besar dan tahap ketiga adalah pembangunan kembali replika Gerbang Amsterdam yang terletak tak jauh dari rel kereta api dan berada di antara jalur Museum Wayang ke arah Museum Bahari. “Tahap ketiga nanti setelah pembangunan kembali Gerbang Amsterdam, kita akan buat Historical Trail,” ujarnya.

“Tujuan dari pedesterian itu, bukan hanya pembangunan fisiknya, namun lebih kepada memberikan dorongan pada masyarakat maupun swasta bahwa Pemprov telah mengawali usaha revitalisasi sehingga kawasan itu menjanjikan sebagai kawasan komersial dan untuk investasi,” tambahnya.

Sumber: Ant
Penulis: Egi

Sumber: Kompas, 24 Juni 2006


%d blogger menyukai ini: