Ruangan di Museum Bahari Terendam

Jakarta, Kompas – Sebagian ruangan Museum Bahari yang dibangun tahun 1652 terancam ambruk akibat selalu terendam air pasang. Air laut masuk dari bagian belakang museum di dalam gedung C tempat sejumlah koleksi disimpan.

Dalam pemantauan Kompas, Senin (15/5), terlihat sejumlah perahu koleksi basah akibat air pasang yang menggenangi ruangan. Di balik pagar tempat gedung C berada memang terdapat sebuah kolam yang langsung berhubungan dengan aliran air laut di kawasan Pelabuhan Luar Batang, Jakarta Utara.

Selain genangan akibat pasang laut, air juga meresap ke dalam dinding bangunan kuno tersebut. Sebagian kusen kayu bangunan antik itu juga digerogoti rayap sehingga dikhawatirkan dapat hancur sewaktu-waktu.

Direktur Museum Bahari Dewi Rudiati yang dihubungi menjelaskan, upaya perbaikan telah dilakukan beberapa tahun lalu dengan meninggikan permukaan Museum Bahari. Tetapi pada saat yang sama terjadi peningkatan permukaan air laut sehingga rembesan air tak dapat dicegah.

“Kami berusaha menghubungi museum sejenis di mancanegara untuk tukar pengalaman menghadapi situasi itu. Dalam tahun anggaran 2006 juga diupayakan perbaikan,” kata Dewi

Di bagian depan museum terdapat informasi lengkap yang menarik tentang sejarah pelabuhan-pelabuhan dan budaya maritim di seluruh Indonesia. Sejumlah wisatawan asing terlihat mengunjungi Museum Bahari meski dalam keadaan memprihatinkan.

Roni, seorang pedagang di dekat Museum Bahari, berharap pemerintah menata lalu lintas di depan museum. “Pasti akan lebih banyak orang berkunjung kemari,” katanya. (Ong)

Sumber: Kompas, 16 Mei 2006

Iklan

%d blogger menyukai ini: