Eks Rumah Meester Cornelis Kian Tak Terurus

JIKA kerap melintas di Jalan Bekasi Timur Raya, Jakarta Timur, tentulah tidak asing dengan gedung tua di seberang Stasiun Kereta Api Jatinegara, tepatnya di Jalan Bekasi Timur Raya Nomor 76.

Gedung tua yang terlihat kotor dan terbengkalai itu sebagian dimanfaatkan untuk markas Pemuda Panca Marga (PPM) Jakarta Timur. Sebelumnya, gedung tua itu sempat menjadi Markas Kodim 0505 Jakarta Timur selama bertahun-tahun. Kini, kantor Kodim 0505 pindah ke Sentra Primer Timur, Penggilingan.

Bangunan itu terdiri atas gedung utama dengan tiang-tiang besar yang masih kokoh serta bangunan lain yang lebih kecil semacam paviliun. Gedung-gedung kecil itulah yang sekarang menjadi markas PPM Jakarta Timur.

Menurut warga sekitar, sudah bertahun-tahun bangunan tua itu dibiarkan begitu saja. Pintu dan jendela digembok. Ketika Kompas melihat lebih dekat lagi, dinding gedung terlihat sangat kotor. Teras gedung ditempati dua tunawisma yang sedang tidur-tiduran.

“Dulu di sini dikenal sebagai sarang narkoba. Setelah kami masuk, daerah sini jadi aman,” kata Edi Sanjaya, Koordinator PPM Jakarta Timur yang sehari-hari tinggal di tempat itu.

ADOLF Heuken tak banyak menceritakan bangunan tua itu dalam bukunya Historical Site of Jakarta (Cipta Loka Caraka, 1982). Bangunan itu terletak di wilayah Meester Cornelis yang saat ini dikenal dengan nama Jatinegara. Pada Februari tahun 1811, terjadi pertempuran hebat antara pasukan Inggris dan Belanda yang saat itu dipimpin Daendels. Gedung itu lalu dijadikan benteng pertahanan.

Sumber lain menyebutkan, gedung tua itu memang rumah mewah (vila) milik Bupati Meester Cornelis Senen. Ia dikenal sebagai orang kaya dari Pulau Lontar (Banda). Dia dikenal sebagai seorang guru.

Cornelis membeli sebidang tanah yang cukup luas di tepi Sungai Ciliwung. Lama-kelamaan orang menyebut tanahnya dengan sebutan Meester.

Kepala Subdinas Pengkajian dan Pengembangan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta Candrian Attahiyat mengatakan, gedung itu sekarang dalam status quo.

“Tidak jelas, apakah gedung itu milik Kodim atau milik pemda. Yang jelas selama ini memang tidak pernah ada anggaran untuk memugar gedung itu,” ujarnya. (IVV)

Sumber: Komas, Sabtu, 26 Februari 2005


%d blogger menyukai ini: