PLESIRAN TEMPO DOELOE: RENGASDENGKLOK-KALIDJATI-BANDOENG

Hari Saptoe en hari Minggoe dari tanggal 19 sampe tanggal 20 Maret 2005 tjoema 2 hari sadja

Imamura : “Apakah Tuan menjerah tanpa sjarat?”
Ter Poorten : “Saja menerima untuk seluruh wilajah Hindia-Belanda.”

Inilah pertanyaan terakhir yang diajukan oleh Panglima Jepang Imamura kepada Panglima Hindia-Belanda Ter Poorten pada tanggal 8 Maret 1942 di sebuah rumah di bilangan Kalidjati. Imamura hanya memberi waktu 10 menit saja kepada Ter Poorten untuk berpikir dan menjawab pertanyaan yang menyesakkan jiwa itu. Dengan dijawabnya pertanyaan yang memilukan itu oleh Ter Poorten, maka tamatlah kekuasaan Hindia-Belanda di Nusantara. Kemudian secara resmi dilanjutkan dengan penandatanganan naskah penyerahan kekuasaan wilayah Hindia-Belanda kepada Jepang. Peristiwa itu sekaligus menjadi tonggak sejarah akan berakhirnya kekuasaan Belanda di negeri yang juga acapkali disebut dengan julukan: “Zamrud Khatulistiwa”. Maka berakhirlah kekuasaan bangsa kulit putih yang telah bertjokol di Bumi Pertiwi tercinta ini selama lebi-koerang 350 tahun lamanja. Kejadian ini memiliki arti strategis bagi bangsa Indonesia, menjadi titik awal kebangkitan kembali para perintis kemerdekaan dalam mewujudkan proklamasi Republik Indonesia.

Untuk mengetahui riwayatnya lebih lengkap, SAHABAT MUSEUM mengajak teman-teman sekalian mengunjungi rumah tempat dimana perundingan penyerahan Hindia-Belanda kepada pihak Jepang dilakukan, tepatnya di dalam kompleks Lapangan Udara Kalijati di daerah Subang. Selain itu kita juga akan mengunjungi rumah (yang sangat) bersejarah di Rengasdengklok, tempat dimana Bung Karno dan Bung Hatta yang diculik disembunyikan oleh para pemuda di Rengasdengklok agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia setelah mendengar kabar tentang kekalahan Jepang terhadap pihak sekutu. Peristiwa penculikan ini memiliki peran penting bagi bangsa Indonesia dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Namun kita tidak hanya berkunjung ke dua tempat ini saja, tapi plesiran menelusuri sejarah tempo doeloe ini akan diteruskan sampai ke Bandung !!! (yang kalau Belanda tidak menyerah kepada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942 itu, maka Bandung akan dihujani bom..) *waduuh*

Djikaloe toean-toean dan njonja-njonja kasengsem pengen ikoetin ini programma, djangan fikir-fikir terlaloe lama, lekas sigra daftarken diri sodara-sodara sebangsa dan setanah-aer ke kitaorang poenja email di: adep@cbn.net.id sekarang djoega! dengen onkost jang di-reken pantes tjoema Rp.650.000 per persoon, toean-toean dan njonja-njonja soeda bole dapetin plesiran jang tiada kadoeanja di saäntero negri, plesiran dengen bus AC pergi-poelang, menginep di Hotel Mutiara, Bandung (bintang tiga), makan 4X (ontbijt 1X, lunch 2x, dinner 1X), plus assurantie perdjalanan, tshirt PTD dan kenangan manis jang tiada terloepaken seoemoer idoep…

Djangan sampe kaliwatan, dengen ikoetin ini programma, nistjaja idoep toean-toean dan njonja-njonja lebih tentrem, indah, moeka bertjahja dan badan semangkin sihat sentausa, yang pasti dapet teman baru yang senasib-sepenanggungan (pecinta sejarah djadoel = djaman doeloe….hehehe)

Tatkala berada di Kota Bandoeng, kitaorang aken djalan-djalan koeliling “Bandoeng Tempo Doeloe”‘ dan mengikoeti kemana larinja para pedjoang dalem peristiwa “Bandoeng Laoetan Api” pada bulan Maret 1946 dan kitaorang djoega aken masoep ke dalemnja Observatorium Bosscha jang biasa dipake boeat keker bintang di langit, trus…trus..trus..juga masoep ke dalem Gedung Sate*, Vila Isola*, juga ke rumah kediaman Inggit Soekarno* (*masih menunggu konfirmasi).

Bagi yang kepengen banget ikutan, silahkan transfer ke rekening bank: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA pembayaran dapat dilakukan 2 kali (pertama DP sebesar Rp. 300 ribu, lantas yang kedua Rp 350 ribu, toeloeng ditransfer paling telat hari Jumat tanggal 4 Maret 2005) dan tolong dikonfirmasikan via email atau sms ke 0818 94 96 82 atau fax (021) 7696273 setelah transfer berhasil dilakukan…

menantiken kehadiran para tetamoe sekalian,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
0818 94 96 82

“…sekarang telah menjadi lautan api, mari bung rebut kembali…”

——————————————————————————–

PLESIRAN TEMPO DOELOE: RENGASDENGKLOK – KALIDJATI – BANDOENG

19 Maret 2005
06:30: Berangkat dari Jakarta
08:30 Rumah Rengasdengklok
09:00 Berangkat ke Kalijati
11:00 Lapangan Udara Kalijati
12:00 Makan siang di Kalijati
13:00 Berangkat ke Lembang
14:30 Observatorium Bosscha
16:00 Berangkat ke Vila Isola
16:30 tour gedung Vila Isola*
17:30 check-in Hotel Mutiara
19:30 makan malam di Bandung
21:00 kembali ke hotel

20 Maret 2005
06:30 Sarapan di hotel
07:30 Bandung Tempo Doeloe
09:00 Bandung Lautan Api Trail
11:00 kembali ke hotel, istirahat
12:30 check-out hotel
13:00 makan siang di Bandung
14:00 ke rumah Inggit Soekarno*
15:00 belanja oleh-oleh Bandung
17:00 kembali ke Jakarta
20:30 sampai di Jakarta

*masih menunggu konfirmasi

Iklan

%d blogger menyukai ini: