Kawasan Kota Tua Sulit Ditata

Laporan : Egidius Patnistik

Kawasan kota tua sulit ditata, karena kawasan itu masih menjadi daerah perlintasan kendaraan. Sekitar 70 persen kendaraan yang datang ke Kota Tua ternyata hanya sekadar melintas. Wagub DKI Fauzi Bowo mengatakan hal itu di Balaikota, Jumat (24/12).

Menurut Fauzi Bowo, kawasan Kota Tua yang meliputi sebagian wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara harus ditata menjadi daerah tujuan bukan lagi daerah perlintasan. “Kita akan review tata ruang pada tahun 2005. Kawasan itu akan dijadikan destinasi atau daerah tujuan. Angkutan dan truk barang nanti diatur (tidak masuk ke kawasan itu),” ujar Fauzi.

Dalam rangka penataan itu, lanjut Fauzi, Stasiun Kota akan dijadikan stasiun regional yang hanya melayani daerah Jakarta dan sekitarnya dan tidak lagi menjadi stasiun antar-kota.

Sementara untuk membuka kawasan tersebut lebih menarik yang dikembangkan tidak hanya potensi historis, tetapi juga potensi komersial. “Daerah sekitar Kota Tua harus ikut ditata. Kawasan itu punya potensi untuk dikembangkan hingga menjadi potensi baru yang punya nilai komersial tinggi,” ungkap Fauzi.

Perkumpulan Jakarta Oldtown Kotaku, pimpinan Miranda S Goeltom pada 12 Desember lalu mencanangkan revitalisasi Kota Tua. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah arsitek, pemilik bangunan, dan pecinta Kota Tua. (Ima)

Sumber: Kompas, Jumat, 24 Desember 2004

Iklan

%d blogger menyukai ini: