Mengenang Karsten di Lawangsewu

GEDUNG Lawangsewu yang sehari-hari senyap, sejak Rabu (15/12) lalu terlihat ramai. Alunan lagu-lagu pop terdengar dari pengeras suara yang terdapat di selasar depan, menyambut kedatangan puluhan orang di bangunan tua bekas kantor Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) tersebut.

Di depan pintu utama, terpampang dua poster besar. Di sisi kanan bergambar seorang lelaki berkumis mengenakan kacamata. Tak perlu susah-susah menerka siapa tokoh itu, sebab di bawahnya tertera sebuah nama: “Ir Herman Thomas Karsten”, beserta biografi singkat yang disusun laiknya tabel.

Poster di sebelah kiri bergambar seorang lelaki dengan pakaian bersahaja dengan sebaris tulisan: “Semarang 2020 Come to the Humanizing City”, Tribute to Herman Thomas Karsten, Semarang 1914-2004.

Ya, seperti terpapar dalam poster tersebut, keramaian Lawang Sewu karena ada peringatan ulang tahun ke-90 Herman Thomas Karsten, arsitek masyhur Belanda pencipta karya-karya agung di Hindia Belanda. Acara yang digagas Komunitas Inisiatif Telaah Arsitektur (KITA) Semarang itu menyajikan tiga agenda utama, yakni pameran foto karya arsitektur Karsten, pameran produk arsitektur, seminar dan penganugerahan penghargaan yang berlangsung 15-18 Desember.

Pameran foto karya arsitektur Karsten digelar di dalam lima ruangan depan. Tidak semuanya, hanya yang terdapat di Kota Semarang. Bangunan-bangunan tersebut antara lain Zustermaatscappijen de Semarang (sekarang Kantor PT KAI Daop IV) di Jl MH Thamrin, Djakarta LLyod Stoomvart Nederland (Kantor PT Djakarta Llyod/ persero) Jl Kutilang, Pasar Randusari, Pasar Johar, Semarang-Cheribon Stoomtram Maatscappij (Stasiun Poncol), Nederlansch Kerk (Gereja Blenduk), St Elizabeth Ziekenhuis (Rumah Sakit Elizabeth) dan Taman Diponegoro. Setiap objek ditampilkan dalam beberapa sudut pengambilan.

Aneka Perabot

Pameran produk arsitektur digelar pada beberapa ruang yang terletak sedikit ke dalam. Aneka perabot seperti kap lampu, gorden, sketsel, bantal, lukisan, water purifier (penjernih air), hingga pernik-pernik hiasan fengshui dapat disaksikan sekaligus dibeli. Pameran berlangsung tiga hari, pukul 09.00-16.00.

Lebih menarik adalah seminar arsitektur yang diadakan dua hari, 17-18 Desember. Seminar menampilkan sejumlah pakar dari beragam disiplin ilmu, antara lain Ir Albertus Sidharta MSA, Ir Antonius Ardiyanto MT, Ir AMS Darmawan, M Bldg, Ir Agung Prijo Oetomo, dan Drs Darmanto Jatman SU.

Adapun penganugerahan penghargaan arsitektur akan diberikan kepada perseorangan atau kelompok, baik swasta maupun pemerintahan yang punya kontribusi konkret terhadap arsitektur dan perkotaan di Semarang. (Rukardi-89)

Sumber: Suara Merdeka, Sabtu, 18 Desember 2004


%d blogger menyukai ini: