Bekas Gedung BI Dijadikan Museum

Bank Indonesia (BI) akan menjadikan bekas Gedung Kantor Pusat BI di Beos, Kota, Jakarta Barat sebagai museum. Museum tersebut akan memajang berbagai koleksi produk perbankan, informasi tentang bank sentral seperti tentang masalah moneter serta dilengkapi restoran, kafe dan ruangan resepsi.

Ketua Perkumpulan Jakarta Oldtown Kotaku, yang juga Deputi Senior Gubernur BI, Miranda S Goeltom, mengatakan hal itu di eks Gedung BI di Kota, Kamis (9/12). “Museum itu nanti akan berisi informasi tentang Bank Sentral. Koleksi produk-prosuk perbankan, resto dan kafe serta tempat resepsi, seperti untuk pernikahan, tapi dengan nuansa zaman dulu,” kata Miranda.

Rencana menjadikan eks Kantor Pusat BI itu sebagai museum, menurut Miranda, merupakan bagian dari rencana besar untuk merevitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta yang selama ini terbengkalai dan tidak terurus.

Di tempat yang sama, Ketua Unit Khusus Museum BI, M Ashadhi, mengatakan museum BI itu dijadwalkan sudah bisa dibuka untuk umum pertengahan 2007. Mulai tahun depan, pihak BI sudah nulai mempersiapkan dalam rangka pembukaan museum tersebut.

Eks gedung BI tersebut memiliki luas 14.000 meter persegi dan didirikan pada tahun 1828. Di gedung dua lantai ini semula merupakan rumah sakit, lalu dialihkan menjadi sebuah bank. Pada tahun 1949 setelah Indonesia merdeka, bank tersebut dinasionalisasi dan pada tahun 1953 menjadi Kantor Pusat BI sampai tahun 1962. Namun, sejak 10 tahun lalu gedung tersebut tidak dipakai lagi alias kosong. (Ima)

Sumber: Kompas, Kamis, 9 Desember 2004


%d blogger menyukai ini: