Pemanfaatan Bangunan Cagar Budaya demi Asas Manfaat

Bandung, Kompas – Pembongkaran bangunan cagar budaya yang diganti dengan bangunan komersial dilakukan atas dasar manfaat. Namun, para pemerhati dan ahli bangunan bersejarah menilai pemanfaatan bangunan cagar budaya seharusnya dilakukan dengan tetap memerhatikan keaslian bentuk bangunan asal.

Menurut Ketua Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung yang menangani penataan dan pengembangan Kawasan Jatayu, Husni Muttaqin, Senin (26/7), pengalihan fungsi bekas Kantor Dinas Pertanian Kota Bandung di Jalan Arjuna menjadi pusat perbelanjaan dilakukan atas dasar manfaat bangunan tersebut bagi kepentingan publik.

Selain itu, mahalnya biaya perawatan gedung membuat pengalihan fungsi bangunan mendesak untuk segera dilakukan.

“Lebih penting mana penggunaan bangunan cagar budaya untuk kepentingan publik dibandingkan dengan untuk melestarikan sebuah cagar budaya?” kata Husni.

Ketua Bandung Heritage Harastoeti mengatakan, bangunan bersejarah dapat dimanfaatkan dengan fungsi yang berbeda, tetapi tetap menjaga seutuh mungkin keaslian bangunan.

“Pemanfaatan bangunan bersejarah tidak bisa disamaratakan, tetapi harus dilihat kasus per kasus,” kata Harastoeti.

Menurut ahli Studi Arsitektur dan Lingkungan Kota Bandung Heritage Dibyo Hartono, bekas Kantor Dinas Pertanian dan bekas Kantor PD Kebersihan di Jalan Jenderal Ahmad Yani merupakan bangunan cagar budaya kategori A.

Bangunan yang termasuk kategori A adalah bangunan langka, memiliki keunikan dalam model arsitektur, serta memiliki nilai sejarah yang penting.

Adapun keunggulan bekas Kantor PD Kebersihan adalah memiliki ciri art deco yang kental meskipun hanya bagian depannya saja. (K11)

Sumber: Harian Kompas Selasa, 27 Juli 2004

Iklan

%d blogger menyukai ini: