Karakteristik Jakarta Kota Kuat

Sarapan Pagi Bersama : Marco Kusumawijaya

Jakarta, KCM

Karakteristik arsitektur Jakarta Kota kuat ungkap koordinator tim green map Jakarta, Marco Kusumawijaya. “Namun, kawasan Jakarta Kota tingkat polusinya juga tinggi,” kata Marco saat dihubungi KCM, Senin (12/4).

Sebagai peninggalan kolonial, Jakarta Kota, papar Marco, adalah kawasan yang yang dikenal dalam khazanah arsitektur sebagai urban block. Di kawasan itu, semua bangunan berbatasan langsung dengan trotoir tanpa halaman. Batas wilayah Jakarta Kota dengan wilayah lainnya pun jelas. “Keunikan itu tidak ada di bagian Jakarta lainnya,” kata Marco.

Green map atau peta hijau merupakan pemetaan yang tidak hanya menandai suatu kawasan merupakan kawasan hijau saja. Kalau suatu kawasan telah tercemar polusi, di dalam peta itu ada ikon khusus yang dibuat untuk menandai kawasan dimaksud.

Menurut catatan, Wendy Brawer adalah orang pertama yang menggagas green map pada 1992 di New York. Hingga kini ada 40 negara di dunia yang sudah memiliki peta hijau.

Untuk Jakarta sendiri, jelas Marco, pihaknya sudah meluncurkan dua green map. Pertama, untuk daerah Menteng. Kedua, untuk daerah Kemang. Kedua peta itu sudah bisa didapat di toko buku Aksara. “Dengan green map kami akan mengajak orang untuk memahami lingkungan dengan orientasi baru baik buruk maupun bagusnya,” ujar Marco.

Sementara mengenai polusi di Jakarta Kota, Marco Kusumawijaya memberi contoh Kali Besar. Kali yang bermuara di Teluk Jakarta itu kualitas airnya betul-betul tercemar. Bahkan, jelas Marco, baunya pun sudah begitu menyengat. “Namun, itu bukan alasan kami untuk membuat green map Jakarta Kota,” tegas Marco Kusumawijaya. (prim)

Sumber: Kompas, 13 April 2004

Iklan

%d blogger menyukai ini: