Perhimpunan Amatir Foto (PAF) – Mampu Terus Bertahan Selama Delapan Dekade

BANDUNG, (PR).- Perhimpunan Amatir Foto (PAF) merayakan hari jadinya yang ke-80, Minggu (22/2) di Pemakaman Kristen Pandu. Perayaan hari jadi yang ditandai dengan acara tabur bunga di makam pendiri PAF, Prof.Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker itu, juga dihadiri cucu sang pendiri, Juan Schoemaker Ph.d.

JUAN Schoemaker cucu dari salah seorang pendiri PAF, Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker (1882-1949) didampingi Ketua PAF Dedi H. Siswandi dan para mantan Ketua PAF, berkisah tentang sukaduka menelusuri garis keturunannya di Indonesia, saat tabur bunga HUT PAF ke-80 di Pemakaman Pandu Bandung Ahad (22/2).

Menurut Ketua PAF, Dedi H. Siswandi, perhimpunan ini merupakan yang tertua di Indonesia. PAF didirikan pada 15 Februari 1924 dan tetap eksis hingga saat ini. Kegiatan tabur bunga di makam pendiri PAF, ujar Dedi, tidak bertujuan untuk mengultuskan atau mengkeramatkannya. Kegiatan ini hanya sebatas untuk menghormati dan mengenang sang pendiri.

Kehadiran Juan Schoemaker pun terbilang cukup unik. Menurut salah seorang pengurus PAF, Solihin, Juan bisa ditemukan melalui jaringan internet dan yang bersangkutan kebetulan sedang bertugas di Indonesia.

Kepada “PR” Juan bercerita, dirinya pun sudah sejak lama mencari keberadaan makam kakeknya. Ia mengaku tidak banyak mengetahui tentang sejarah ayah dan kakeknya, karena ia dilahirkan di Paraguay dan sekarang menjadi warga negara Amerika Serikat. Juan mengaku terkejut sekaligus bangga setelah mengetahui ternyata kakeknya seorang tokoh sejarah yang telah ikut membentuk wajah Bandung tempo dulu.

Seperti diketahui, Wolff Schoemaker juga dikenal sebagai arsitek yang telah membangun banyak gedung bersejarah antara lain, Gereja Kathedral Bandung, Gereja Bethel Bandung, Hotel Preanger, Masjid Cipaganti dan Puri Isola. Ia juga dikenal sebagai salah seorang guru Ir. Soekarno, Presiden Indonesia yang pertama. Wolff Schoemaker lahir di Ambarawa 25 Juli 1882 dan wafat di Bandung tanggal 22 Mei 1949.

Usai acara tabur bunga itu, anggota PAF mengadakan bakti sosial berupa donor darah yang dilaksanakan di Gereja Kristen Indonesia Jln. Pasirkoja, yang dilanjutkan dengan kegiatan memfoto model di Studio Nyoman Nuarta pada sore harinya. (A-132)***

Sumber: Pikiran Rakyat, Selasa, 24 Februari 2004


%d blogger menyukai ini: