Kawasan Pecinan Akan Direvitalisasi

BALAI KOTA- Salah satu kawasan bersejarah di Semarang, yakni Pecinan akan direvitalisasi. Rencana itu diungkapkan Bappeda dalam rapat pembahasan RAPBD 2004 di Komisi D DPRD Kota, Selasa (16/12).

Kepala Bappeda Drs Soerono mengatakan, revitalisasi kawasan Pecinan mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Kawasan tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu landmark Semarang. Sosialisasi akan dimulai Januari 2004.

Pihaknya berharap, ke depan kawasan Pecinan akan menjadi seperti Singapura. Rencananya, kata dia, akan dibuat satu kawasan yang mempunyai dampak ekonomi terhadap Semarang. Dalam hal ini, revitalisasi tidak hanya untuk situs Cina, namun seluruh situs yang telah ada di kawasan tersebut.

Situs kuno yang telah ada, kata dia, akan direvitalisasi. Termasuk pembuatan gapura yang ornamennya menggunakan arsitektur Cina. Kawasan tersebut juga akan diberi lampion yang menjadi ciri khas negeri Tirai Bambu. “Nantinya juga ada kawasan khusus untuk masakan Cina.”

Anggota Komisi D DPRD Kota Drs Rudy Soehardjo menyambut baik rencana tersebut, Dia mengatakan, dalam sejarah penjajahan Belanda, kawasan tersebut sudah menjadi kawasan yang dikuasai oleh etnis Cina.

Dengan adanya revitalisasi tersebut dia berharap akan menghapus elitisme kawasan tersebut. Dengan begitu akan memiliki manfaat lebih banyak lagi bagi masyarakat Semarang. Karena itu, saat ini perlu pendekatan terhadap masyarakat setempat. (G7-73)

Sumber: Suara Merdeka 17 Desember 2003


%d blogger menyukai ini: