Gedung Tua Korban Pembangunan Berorientasi KKN

Kota Surabaya banyak memiliki peninggalan bersejarah yang merupakan karya seni bernilai tinggi. Yang paling banyak bisa dilihat adalah gedung-gedung tua yang didirikan pada zaman kolonialisme di Kota Buaya itu. Namun, sayangnya banyak sekali gedung-gedung tua yang hampir punah atau terpuruk diterjang pembangunan.

“Gedung-gedung bernilai seni tinggi itu lambat laun akan hilang selama pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya masih belum bisa meninggalkan mentalisme KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme-Red),” kata Johan Silas, guru besar Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Sabtu (26/5).
Johan dengan keras mengecam Pemerintah Kota Surabaya, baik sekarang maupun di masa lampau, yang dalam kebijakan pembangunannya tidak mengindahkan keberadaan gedung-gedung bersejarah itu. Padahal, gedung itu sudah menjadi bagian utuh dari Kota Surabaya.

Menurut Johan, pemerintah memang telah melakukan upaya untuk merenovasi. Namun, dengan renovasi itu justru banyak bagian yang menjadi ciri khas arsitektur menjadi hilang. Pemerintah dianggap “sok tahu” karena merenovasi tanpa melibatkan beberapa ahli arsitektur yang mengerti sejarah.

Ia mencontohkan renovasi yang dilakukan di Perancis. Setiap ada rencana renovasi gedung tua, mereka melibatkan berbagai ahli arsitektur dan sejarah dengan melakukan tender terbuka. Hal itu untuk menjaga keaslian dan keutuhan bangunan. Sementara di Indonesia renovasi dilakukan oleh orang-orang yang dekat dengan pemerintahan. “Padahal, kita banyak memiliki ahli di bidang itu,” kata Johan.

Selain bangunan peninggalan Belanda, Johan mengatakan ada tiga bangunan penting yang patut diselamatkan, yaitu Hotel Olympic, Pasar Wonokromo, dan Tugu Pahlawan. Ketiga bangunan itu merupakan karya arsitektur asli bangsa Indonesia setelah kemerdekaan. Pada waktu itu tidak ada satu arsitek pun di Indonesia yang membuat rancangan untuk menanggapi momentum kemerdekaan, kecuali di Surabaya. (ind)

Sumber: Kompas, Senin, 28 Mei 2001


%d blogger menyukai ini: